Assalamualaikum....

jom kongsi..ilmu..menjadi penyuluh jiwa menerangkan hati yang digelapkan dengan kotoran debu dosa...



(Imam Nawawi)

"Membiarkan orang lain sahaja yang bermotivasi dalam memperolehi pahala bukanlah sifat orang beriman. Jangan biarkan kata-kata negatif orang terhadap sesuatu yang baik untuk akhirat anda, membantutkan semangat. Jadikan ia pendorong dan motivasi..."



(Hassan al-Banna)

"Janganlah engkau merasa seolah-olah umurmu masih panjang kerana lamunan seperti itu banyak membawa kepada ajal..."

(Syair)

jom dakwah

"Jika seseorang mendapat hidayah lantaran kamu, kurniaan itu lebih baik daripada apa-apa yang disinari matahari"hadis riwayat al-Tabrani..

Sabtu, 30 Oktober 2010

YA ALLAH AKU BELUM BERTAUBAT

Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan: “Sesungguhnya saya bertaubat sekarang”. dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih. (QS. Annisa: 18)
Dalam kitab Durratun Nashihin terdapat suatu hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas’ud ra. Rasulullah SAW bersabda: “Tahukah kalian orang-orang yang bertaubat? Kami menjawab: “Hanya Allah dan RasulNya yang lebih mengetahui.” Sabdanya: “Siapa yang bertaubat, tapi enggan mempelajari ilmu, berarti belumlah dianggap bertaubat. Siapa bertaubat, tapi enggan meningkatkan ibadah taatnya, berarti belumlah dianggap bertaubat. Siapa bertaubat, tapi tidak dapat membuat kelegaan bagi lawannya, berarti belumlah dianggap bertaubat. Siapa bertaubat, tapi tidak merubah pakaian dan perhiasannya, berarti belumlah dianggap bertaubat. Siapa bertaubat, tapi tidak berganti teman pergaulannya, berarti belumlah dianggap bertaubat. Siapa bertaubat tapi tidak merubah akhlaknya, berarti belumlah disebut bertaubat. Siapa bertaubat, tapi enggan melipat kasur dan permadaninya, berarti belumlah dianggap bertaubat. Siapa bertaubat tapi enggn bersedekah dari harta yang ia miliki, berarti belumlah dianggap bertaubat. Maka jika seseorang telah nyata terdapat sifat-sifat ini, berarti ia disebut orang-orang yang bertaubat sesungguhnya.
Hadis itu menggambarkan ciri-ciri orang yang bertaubat:
1.Meningkatnya keinginan mempelajari ilmu agama, terutama yang berkaitan dengan pertobatannya.
2.Meningkatkan amal ibadahnya, tidak hanya melaksankan amalan yang wajib, melainkan melaksakan dan melengkapi amalan yang sunah
3.Membuat lawannya menjadi aman dari tindakan buruknya
4.Mengganti dan memakai pakaian yang islami (menutup aurat)
5.Jika tidak mampu mengajak temannya menuju jalan pertobatan, maka lebih baik mencari teman yang lain, yang sejalan dengan pertobatannya. Hal ini dilakukan dalam rangka menghindari pengaruh dan terbawa kembali ke perbuatan semula
6.Terjadinya perubahan akhlak, dari yang jelek menuju akhlak yang baik
7.Meninggalkan kehidupan yang bergelimang dengan kemewahan menuju kehidupan yang sederhana (tidak berlebih-lebihan)
8.Memperbanyak sedekah pada setiap kesempatan
Jika kita mengaku telah bertaubat, apakah ciri-ciri itu telah melekat pada diri kita? Jika belum, jangan-jangan kita termasuk orang-orang yang berdusta.
Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. (QS. Al-Baqarah: 222)
Wallahu’alam Bishshowab.
Artikel Terkait: Taubat (Kisah Pembunuh Seratus Jiwa)

Tiada ulasan:

Catat Ulasan